Pengamat: Perusahaan BUMN punya posisi peuangan buruk sebaiknya dibubarkan

|

views

Menteri BUMN, Erick Thohir akan membubarkan 7 perusahaan pelat merah yang sudah lama tidak beroperasi. Tujuannya sebagai antisipasi perubahan model bisnis saat masa covid-19 dan pasca Covid-19.

Pengamat BUMN Universitas Indonesia, Toto Pranoto menyarankan agar BUMN yang sudah kehilangan fungsi strategisnya atau sudah tergantikan oleh pelaku usaha lain, ditambah kondisi keuangan memburuk lebih baik dibubarkan.

“Sebaliknya BUMN yang sudah kehilangan fungsi strategisnya dan sudah bisa digantikan pelaku usaha lainnya, misal dunia usaha swasta, dan posisi keuangan juga sudah buruk, maka sebaiknya di likuidasi saja,” kata Toto kepada Liputan6.com, Jumat (24/9).

Namun, Toto tidak menyebutkan secara langsung BUMN mana saja yang layak untuk dibubarkan dan dipertahankan. Menurut dia, prinsipnya BUMN yang masih memiliki fungsi strategis bagi publik namun kinerjanya kurang bagus, maka perlu upaya restrukturisasi supaya status kesehatan perusahaan bisa dipulihkan

Kendati begitu, Toto menyebut salah satu BUMN yakni Krakatau Steel yang kinerjanya baik. Hal itu terlihat dari upaya restrukturisasi dalam dua tahun terakhir, BUMN ini mencatatkan kinerja yang positif.

“Misal Krakatau Steel upaya restrukturisasi dalam dua tahun terakhir telah mencatatkan hasil positif di laporan keuangan semester satu tahun ini,” ujarnya.

Dia berharap, ke depannya penutupan beberapa BUMN dapat menciptakan daya saing dan produktivitas yang lebih kuat jika jumlah BUMN-nya sedikit, sehingga pengelolaannya bisa lebih baik. “Ke depan Indonesia akan punya lebih sedikit BUMN tapi mereka memiliki daya saing dan produktivitas yang lebih kuat,” ujarnya.

Adapun tujuh perusahaan yang akan dibubarkan Menteri Erick di antaranya;

1. PT Industri Gelas (Persero)

2. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

3. PT Kertas Leces (Persero)

4. PT Istaka Karya (Persero)

5. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

6. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

7. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero).

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berkaitan ⇢