Imbau waspada, ahli virologi prediksi gelombang 3 bisa saja terjadi di awal 2022

|

views

Pandemi Covid-19 belum ada tanda-tanda berlalu. Bahkan virus asal Wuhan, China itu terus bermutasi.

Ahli virologi, Prof I Gusti Ngurah Kade Mahardika, memprediksi potensi gelombang tiga virus Covid-19 bisa terjadi di Indonesia. Meskipun di beberapa negara angka kasus positif mulai menurun.

“Kalau dari kasus iya pasti. Kalau case itu pasti tetapi mudah-mudahan tidak ada gelombang ke-3 lagi untuk jumlah orang yang masuk rumah sakit, sehingga rumah sakit kewalahan dan orang yang meninggal dunia,” jelas Kade Mahadrika dalam live BNPB, Kamis (30/9).

Terkait peningkatan kasus positif, dia melihat ada pola yang sama saat terjadi lonjakan tahun lalu. Yakni pada Desember, Januari, Februari, hingga Juli.

“Saya bahkan bisa prediksi itu, kalau pola tahun lalu maka letupan kembali saya prediksi bulan Januari-Februari 2022,” katanya.

Itu sebabnya, vaksinasi menjadi salah satu upaya menekan sebaran kasus. Sehingga rumah sakit agar tidak mengalami letupan seperti yang terjadi tahun ini.

“Tapi karena kita sudah vaksinasi terutama untuk daerah-daerah yang vaksinasinya sudah mencapai 70 persen di atas 70 persen mestinya jumlah tekanan pada resisten rumah sakit tidak akan sebesar tahun yang ini,” ujarnya.

Dia menyarankan kepada pemerintah untuk mempercepat tahap vaksinasi dan target bisa mencapai 100 persen di Indonesia.

“Kalau sekarang 1,5 juta per hari mungkin kalau bisa 2 juta – 4 juta perhari. Selanjutnya target vaksinasi 100 persen. Masyarakat yang belum divaksin segera kalau sudah ada panggilan untuk vaksinasi please silakan mohon, silakan vaksinasi,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua POKJA Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P(K) berpendapat terlalu dini bila menilai akan terjadi gelombang tiga di Tanah Air.

“Karena saya yakin pemerintah ini sangat menderita lo juga rakyat. Jadi kalau kita masih bisa bahu membahu antara pemerintah dan rakyat, masyarakat sama-sama ingin terbebas menghadapi pandemi ini,” ujarnya.

Namun, kata dr. Erlina, memang tidak menutup kemungkinan gelombang bisa saja terjadi. Itu sebabnya, semua harus berusaha mengantisipasi.

“Kita harus berusaha bahwa potensi itu kita antisipasi sehingga tidak terjadi gelombang ketiga potensi,” ujarnya.

Mutasi Virus

Virus Covid-19 mempunyai sifat yang akan terus bermutasi. Jika terus terjadi infeksi, penularan, maka potensi untuk menjadi mutasi itu akan terus ada.

Seperti varian virus Mu yang berasal dari Amerika Selatan Colombia tetapi sudah menyebar hampir ke-40 negara dan bahwan bahkan varian tersebut sudah sampai Malaysia.

“Negara tetangga kita kalau udah deket lo jangan sampai Delta lagi. Dulu sampai India kita tenang-tenang akhirnya masuk. Nah ini sudah sampai Malaysia, Mu. Kita harus antisipasi jangan sampai masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, semua pihak diminta bekerja sama mematuhi protokol kesehatan agar pandemi ini bisa teratasi.

“Situasi pandemi ini ini belum sepenuhnya teratasi. Tapi memang kita tidak bisa menjamin hanya satu intervensi yang dibutuhkan untuk pencegahan, jadi mesti banyak ikhtiarnya selain 3M, 5M, 3T dari pihak pemerintah testing, tracing dan treating, tapi juga vaksinasi,” ujarnya.

Reporter Magang: Leony Darmawan [lia]

Berkaitan ⇢